
Dua orang pengamen sedang memulai aksinya di sebuah bus bernomor trayek 75, jurusan Pasar Minggu – Blok M. Saya abadikan dengan menahan kamera yang terus bergerak mengikuti gerak bus yang berjalan. Terkadang bus berjalan cepat, terkadang lambat karena tiba-tiba di rem mendadak, dan terkadang juga ngebut tidak terkendali.

Kedua pengamen ini bernyanyi sambil memperagakan gerak tubuh mereka yang berjoget seirama dengan lagu yang mereka nyantikan. Ini cukup unik, karena biasanya pengamen di Jakarta hanya sekedar bernyanyi dengan alat musik yang mereka bawa.
Penumpang dengan sekadar sukarela memberikan uang. Uang receh 500rp adalah unit terkecil yang biasa mereka berikan kepada para pengamen. Cukup menghibur, di siang hari yang panas waktu itu.
alan